Ntah kenapa hari ini pengen nangis. Kalo dipikir-pikir, saya lagi nggak sedih kok. Saya lagi nggak kalut. Saya lagi nggak sebel sama siapa-siapa. Tapi entah kenapa ini mata kerasa berat dan dada agak sesak. hiks…
Mungkin saya lagi takut. Takut kehilangan sesuatu. Lebih takut lagi kalau saya ternyata berkhianat karena takut kehilangan sesuatu yang jelas-jelas bukan milik saya. hiks….
Allah,,,Ampuni hamba… Kembalikanlah hati hamba hanya pada-Mu,,,
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. At-Taubah :111
Pernah ada kejadian yang cukup tidak enak bagi saya. Waktu itu, saya lagi maen sama Mina dan Minut. Mina saya gendong di lengan kanan sedangkan Minut di lengan kiri. Lagi enak2 jalan, tiba2 Mina matok telinga kanan saya. Langsung deh dia saya turunin dari gendongan dan saya pukulin kepalanya. Trus saya pegang telinga saya yang kenyerian abis dipatok Mina.
Pas megang kerasa ada yang aneh deh.. Ada yang kurang gitu di telinga saya. Dan tak berapa lama saya pun tersadar. Anting saya ilang!! Ini pasti gara2 dipatok Mina. Saya piker antingnya kena patokan trus copot dari telinga dan jatoh ke bawah. Saya cari2 tuh ke sekitar saya duduk. Gak ada. Saya ulangi lagi tempat yang udah saya priksa tetep gak ada. Akhirnya saya pun lari ke dapur mencari ibu untuk mengadu.
Saya : “Ibuuk… antingku ilang… tadi Mina matok kupingku trus antingnya ilang aja..”
Ibu : “Makanya jangan deket2 sama ayam. Apalagi Mina. Ayam gila itu. Dicari sana.. sampe ketemu. Kalo gak ketemu Mina taksembelih ato takjual! ”
Saya : “Udah… tapi gak ketemu”
Ibu : “Di sekitar2 situ..dicari sampe teliti”
Saya : “Udaah… ga ada..”
Ibu : “Ya berarti dimakan sama Mina. Yowes sini taksembelih aja, biar nanti anting yang ada di perutnya bisa diambil”
Saya : “Jangaaaaaaaaannnn”
Ibu : “Lha gimana? Ayam nakal gitu… untung Cuma anting, kalo mata gimana? Anting juga itu mending dijual dapet duit dari pada dikasih ke ayam. Ayam kok makannya anting.”
Saya : “Mina gak boleh disembelih.. dulu ibu udah jahat nyembelih Mimi. Sekarang mau nyembelih Mina juga.”
Ibu : “Halaah.. kamu juga ikut makan Mimi juga kan? Enak kaan? Yowes.. sekarang kamu harus ngikutin kemana pun Mina pergi. Trus kalo dia nelek (buang hajat, red.), kamu priksa itu kotorannya ada anting kamu gak. Harus sampe ketemu!!”
Saya pun nurut aja kata ibu. Demi tetap hidupnya Mina, saya rela. Akhirnya, sesuai titah ibu, saya selalu membuntuti kemana pun Mina pergi, saya korek2 itu setiap kotoran dia kalo lagi buang hajat pake lidi. Benar2 pekerjaan yang aneh. Kalo saya lagi sekolah Mina dikurungin bisar itu kotoran tetep di situ2 saja.
Dua hari berlalu, anting saya tetap gak ketemu. Tiga hari.. empat hari… hasilnya tetap sama. Perkutatan saya dengan kotoran bau pun bisa dibilang mendapatkan predikat SIA-SIA. Tapi sepertinya ibu cukup terketuk hatinya dengan usaha saya ini. Akhirnya…
Ibu : “Ya udah Ik… Ibu gak akan nyembelih Mina. Besok kita ke pasar ya jual antingmu yang satu itu dan beli anting baru lagi. Biar kamu gak terus2an pake anting sebelahan”
Saya : “nanti kalo Mina mati gak papa kok, Buk kalo dibelah perutnya buat nyari antingnya.”
Saya merasa bersalah waktu itu. Karena udah ngilangin anting yang dibelikan ibu dengan harga yang cukup mahal.
Ibu : “Iya..”
Besoknya, saya pergi ke pasar sama ibu. Ke Toko Mas “Agung Jaya”. Ada mas2 ganteng penjaga toko langsung menyapa kami ramah,
Mas2 Ganteng : “Halo adik kecil… mau dibeliin apa? Silakan pilih..” Mas2 tersenyum manis. Saya pasti akan malu setengah mati kalo ada orang ganteng tau kejadian boddoh yang saya alami ini. Saya pun diam saja.
Dan dijawab oleh Ibu
Ibu : “Ini mas… mau jual anting ini, trus beli anting yang baru..” sambil menyodorkan mantan anting saya yang menjanda kehilangan suaminya beserta suratnya.
Mas2 Ganteng : “Loh.. kok Cuma satu? Pasangannya mana? Ilang ya? Ilang di mana?” Masnya nanya ke saya. Saya pun semakin nyungsep ditanya begitu. Hadduuuhh.. malunya sayaa..
dan tetep, Ibu yang jawab :
Ibu : “iya, ilaang,,, antingnya… dimakan ayam.. hehe.. ” Ucap ibu sambil nglirik saya, sepertinya ibu juga malu mengucapkan kata2 itu. Mungkin beliau takut dicap sebagai ibu yang mendidik anaknya secara aneh sehingga anaknya ngasih makan ayamnya dengan perhiasan emas.
Sepertinya ketakutan ibu benar2 terjadi. Buktinya si mas2 ganteng abis itu hanya tersenyum nyengir dan nyelonong pergi buat nimbang si anting janda saya itu. Huffh…
Kediri, 1999
Minut sakit,. Ibu mewanti2.
“Ika…. Kamu liat sendiri kan? Minut sakit… daripada nanti mati dan kamu tau matinya trus nangis lagi mending dijual aja ya ke bakul pitik.. kan lumayan buat beli jajan”
…
(bersambung…)
If I were a boy
Even just for a day
I’d roll outta bed in the morning
And throw on what I wanted then go
Drink beer with the guys
And chase after girls
I’d kick it with who I wanted
And I’d never get confronted for it.
Cause they’d stick up for me
If I were a boy
I think I could understand
How it feels to love a girl
I swear I’d be a better man.
I’d listen to her
Cause I know how it hurts
When you lose the one you wanted
Cause he’s taken you for granted
And everything you had got destroyed
If I were a boy
I would turn off my phone
Tell everyone it’s broken
So they’d think that I was sleepin’ alone
I’d put myself first
And make the rules as I go
Cause I know that she’d be faithful
Waitin’ for me to come home
It’s a little too late for you to come back
Say its just a mistake
Think I’d forgive you like that
If you thought I would wait for you
You thought wrong
But you’re just a boy
You don’t understand
How it feels to love a girl someday
You wish you were a better man
You don’t listen to her
You don’t care how it hurts
Until you lose the one you wanted
Cause you’ve taken her for granted
And everything you have got destroyed
But you’re just a boy
==Beyonce
So you say I need to consider this
Yours were the face that I couldn’t resist
Yours was the fuel to the flames in my heart
Mine were the words that would tear us apart
Well I say I found the letters you wrote
Mine was the smile and the life that you broke
Mine was the story that you told your friends
Yours were the demons you couldn’t defend
Understand me, as of lately I’ve learned a thing or two
There is just no way that I’ll be coming home to you
‘Cause only a fool would do this again
Only a fool would let you back in
There is no you left to embrace
There is no word would make it feel safe
Love was a gift, stubborn and wild
I was armed with the faith of a child
And you were my joy, you were my friend
There is no going back there again
It’s more than you can ask of me my love
I’m coming out of nowhere
It feels good here better than you know
Isn’t it only fair that you try and let it go?
Yours was the ring that I started to wear
Yours were the vows that went up in the air
Yours was the choice to stay away from her
Mine was the dream that got lost in the stir
These were the times I would call you my own
These were the times I were waiting at home
I’ll tell you something, I’ve been changing after what you put me through
There is just no way that I’ll be coming home to you
‘Cause only a fool would do this again
Only a fool would let you back in
There is no you left to embrace
There is no word would make it feel safe
Let it go
Let it go
I said “only a fool”
“Only a fool”
Apa? Haha..
Lagi kacau nih..
Ada yang lagi nyempil di hati, rada dalem gitu..
Rasanya ganti2, kadang seneeeng bgt, kadang sedih. Tapi yang pasti satu, takut.
Ya, itu.. dia.
Apa? hahaha
info lebih lanjut :
YM : dewak132sukro
Sering bilang, “udah, ikhlasin ajaa..”, “tenang ajaa saya ikhlas kok..” Diikhlasin tuh dikayakgimanain yah? Kalo di Al-Quran sih ada surat namanya Al-Ikhlash. Seharusnya sih ya ini definisi ikhlash yang sebenernya. Secara turun dari Allah langsung.
” Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” (Q.S 112)
1. “Katakanlah: ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa‘ “= kalo diartikan secara vulgar sih ya kita disurug tinggal bilang “Dia-lah Allah, Yang maha Esa” doang, ato bisa juga, “Allah itu Maha Esa”, lempeng aja. GItu aja?
Gak deh kayaknya. Coba kalo kita buat ini sebagai sebuah pernyataan dari lubuk hati yang paling dalam kita, pernyataan yang menunjukkan tekad untuk “menjadikan Allah Maha Esa”. Pasti beda. Kita jadi mikir “Iya gitu kita udah menjadikan Allah itu Maha Esa?” Esa itu apa sih? Satu. Satu apanya? Satu wujudnya. Anak esde juga tau. Dan kita nggak perlu menjadikan Allah Maha Esa lagi, dari dulu mah juga udah Maha Esa.
Tapi coba di sini Esa kita anggap sebagai suatu tujuan. Bisa kita bilang begini “Jadikanlah Allah itu satu2nya tujuanmu”. Hm. Kalo Esa dalam sistem, “Jadikanlah Sistem Allah sebagai satu2nya sistem yang mengatur hidupmu”. Kalo Esa dalam peraturan, dalam sanksi, dalam hukum, dalam UUD, dalam umat, dalam wilayah, dalam kepemimpinan, ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan. Wow. Bagaimana realisasi dalam kehidupan kita?? Semua atas dasar yang telah Allah buat. Terpaksa gak terpaksa semua aspek kehidupan kita harus sesuai dengan yang Allah buat jika mau melaksanakan ayat ini. Dan sudahkah kita melaksanakan yang satu ayat ini?
2. ‘Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu’ = udah jelas. Kita gak boleh mencari tempat bergantung selain Allah. Maksutnya tempat bergantung? Kalo baju itu punya gantungan baju buat apa sih? Buat nggantungin baju biar gak jatoh, buat tetep bisa tegak dan gak kucel. Yang intinya perumpamaan menjadikan “gantungan” itu sebab kita tetap bisa tegak berdiri menjalani kehidupan, bisa juga diartikan mengharap sesuatu (dari sesuatu) yang bisa membuat kita tetap bertahan menghadapi kehidupan. Hanya Allah lah sebab kita masih bersemangat hidup, semangat bellajar, semangat kuliah, semangat kerja, dll. Bukan karena orang atau harta atau kekuasaan. Toh semua juga Allah yang ngasih. Hanya Allah tempat kita mengharap suatu kekuatan untuk menghadapi cobaan, bukan dengan abis ketemu seseorang kita jadi kuat (cailaa..
), bukan minta dukun minta jampi2 biar lancar rejeki ato jodo
. Haha.. Walopun kadang emang terkesan nyata bisa menyelesaikan masalah, tapi di ayat tadi udah dibilang segala sesuatu hanya sama Allah nggantungnya. Gak boleh ke yang lain. Toh ujung2nya juga Allah yang lebih berkuasa ngasih. Kalo emang terkesan menyelesaikan masalah, ya itu emang cobaan dari Allah, diuji, kita nurut gak sama ayat?
3. “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan” = udah tau lah ya. Ayat ini bisa mematikan pendapat suatu agama yang bilang bahwa Allah punya anak. Secara dari kitab yang diturunkan sama Allah sendiri dibilang enggak. Itu kalo kita telen maksutnya secara mentah. Kalo missal kita liat lebih jauh. Allah gak punya anak atau diperanakkan. ‘Anak’. Misal ada pejabat yang kaya raya, dan kita pengen dapet uang donasi dari dia, eh kebetulan kita kenal anak si pejabat. Biasanya lewat anaknya kan lebih gampang ngedapetinnya. Ya seperti halnya kita meminta rahmat kepada Allah, tapi kita gak langsung minta sama Allah tapi minta sama orang atau benda yang dianggap bisa mempermudah sampainya dan terkabulnya permohonan. Misal minta tolong ustadz suruh doain karena diasumsikan doanya lebih diijabah. Ato ziarah2 ke kuburan wali2 atau kyai2, minta doa di sana biar cepet nyampenya. Heu… Gimana ya perasaan pak wali di dalam kubur?
4. “dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” = udah jelas juga. Kalau di ayat ketiga menjelaskan bahwa Allah tidak mempunyai suatu sekutu yang mendekati kuasa Allah dan tidak ada yang melebihi kuasa Allah. Di ayat ini dijelaskan yang menyamai pun tidak ada. Tidak ada orang yang bisa membuat aturan seperti aturan Allah, secara sekarang banyak orang yang memutuskan perkara dengan aturan yang dia bikin2 sendiri padahal Allah sudah punya. Tidak ada yang bisa mendahului ketentuan Allah, secara sekarang banyak orang yang pesimis dan menyerah sebelum berjuang, gantung diri, racun diri, dll dsb dkk, itu mendahului ketentuan Allah kan? Menganggap diri setara sama Allah dong? Apa bedanya dengan Firaun? Heu..
Begitulah ikhlash secara umum. Jadi missal selama ini kita bilang “Iya deh, ikhlas..” atau “Saya ikhlas..”, ikhlas yang gimana tuh? Rela. Ridho. Gak terpaksa. Padahal tadi dibilang di ayat pertama terpaksa nggak terpaksa pokonya harus sesuai aturan Allah. Gituh.
Sebenarnya masih banyak ayat2 yang mendefinisikan ikhlas lebih mendetail lagi. Yaa…saya juga masih cupu..belum banyak ayat yang dibacakan ke saya. Mari berbagi dan mari bersama2 kita belajar ayat. Al-Quran sampai ke kita untuk kita pahami dan laksanakan! Tadi masih 4 ayat. Masih ada 6662 ayat lagi. Hm.
“Dan Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan Sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka. [30:58]“
I LOVE U SISCA,
I LOVE U FIFI,
I LOVE U NDEN,
I LOVE U NANA,
I LOVE U ………, (??)
EVRIBADEH, I LOVE U!!!!
Bukan mengada-ada ataupun memaksa, tapi jika ada masalah menyesak di dada tapi kita tetap senyum dan berusaha untuk selalu merasa bahagia bahwa ada Yang Maha Penyayang, kesesakan itu tidak akan terlalu berat dirasa. Bukannya mengajari munafik, tapi anggap saja ini terapi. Barangkali bisa menyembuhkan kita dari kesesakan-kesesakan yang tak patut merenggut kebahagiaan kita.
Tetaplah senyum dan riang. (esp. for Dewantika
)