Saya adalah seorang bos dari suatu perusahaan. Saya mempekerjakan banyak karyawan di perusahaan saya lengkap dengan aturan yang saya buat dan aturan itu bersifat mutlak diikuti oleh karyawan saya (wajib).
Beberapa aturan yang saya buat diantaranya adalah :
1. Saya wajibkan karyawan daya berseragam kemeja-celana bahan setiap hari.
2. Dalam sehari ada lima kali apel karyawan.
3. ……
4. ……
5. …… (yg penting cuma no1, no2, no6 dan no7)
6. Peraturan tidak dapat diubah dan wajib dilaksanakan
7. Ada sanksi bagi yg tidak mengerjakan, dan ada bonus u/ yg mengerjakan.
Setiap hari saya bertemu dgn semua karyawan saya saat apel dilaksanakan. Dalam setiap apel, saya selalu melihat karyawan saya berseragam sesuai dengan apa yg saya suruh. Saya merasa bangga dengan karyawan saya. Saya berfikir, tentu apabila ada yg
melanggar, ketetapan sanksi SUDAH PASTI saya jatuhkan.
Perasaan bangga itu pun hancur luluh ketika saya medapat laporan bahwa “Karyawan saya hanya berseragam seperti apa yang saya suruh hanya saat apel dilaksanakan saja. Selepas itu, mereka membangkang dengan apa yang saya suruh”. Munafik semuanya!
bermuka dua! dan akhirnya ketetapan sanksi telah jatuh atas mereka dan mereka tak bisa protes atau melawan apa-apa lagi..
————————–
Kita lepas dari buaian cerita. Kita lihat realita!
Pernahkah kau melihat wanita yg mengaku dirinya MUSLIM yang membawa mukena kemana saja ia pergi? Apa yang kalian pikirkan ttg wanita itu?
>>”oo, dia rajin shalat.. dia taat pada Allah.”
betulkah? lalu mengapa ia membawa mukena kemana saja ia pergi?
>>”ya agar bisa shalat. kan salah satu syarat sah shalat adalah menutup aurat..”
lalu mengapa ia masih membawa-bawa mukena, sedangkan Allah sudah MEWAJIBKAN wanita MUSLIM untuk MENUTUP AURAT BUKAN HANYA saat shalat? bukankah apabila seorang WANITA sudah MENUTUP AURAT ia tidak perlu lagi memakai mukena??
(pengecualian u/ masalah teknis,misal: baju terkena najis)
>> … (speech less)
Teman-teman semua.. itulah yang terjadi sekarang..
Pernahkah kalian pikirkan perasaan si bos tadi ketika mengetahui karyawannya bermuka dua? ketika dia berseragam kemeja-celana bahan hanya saat apel di depan bosnya 5X sehari! selepas itu, ia membangkang..
Pernahkah kalian pikirkan perasaan Allah ketika mengetahui “hambaNya” bermuka dua? ketika dia hanya menutup aurat saat akan berhadapan dgn Allah, sang pembuat aturan mutlak! selepas itu, ia membangkang..
bedanya, si bos bukanlah seorang yang “Maha Tahu”, sedangkan Allah adalah “Yang Maha Tahu”. Ia tahu apa yg “hambanya” lakukan selepas shalat.
Mungkin sanksi dari si BOS hanya karyawan tsb dipecat secara tidak hormat.
Tapi pernahkah kalian berpikir apakah vonisan Allah bagi bagi “hambanya” yang bermuka dua? Seorang munafik tempatnya adalah dasar neraka jahanam!
Temanku, saya disini bukan bermaksud mencacimaki kalian dengan vonis yang Allah mungkin beri kpd kalian. Saya disini ingin mengingatkan, sebelum kalian tidak bisa diingatkan lagi.
bukankah yang Allah perintahkan u/ menutup aurat itu wajib? bukankah setiap yang wajib apabila dilanggar menghasilkan dosa? bukankah setiap dosa menggiring kita ke neraka?
Lalu kenapa kalian masih bimbang? Tidak takutkah kalian jika Allah sampai menjadikan kalian spt org kafir.
“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka , dan penglihatan mereka ditutup . Dan bagi mereka siksa yang amat berat”
***cuman kopipes
Saya emang kopi pes dari liriknya om ebiet… tapi ini seriusan saya tujukan buat temen2 saya.
Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang, engkau tak duduk di sampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering berbatuan
Tubuh ku terguncang di hempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan
Perjalan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia ku tanya “Mengapa?”
Bapak ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut ku khabarkan semuanya
Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit
Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang
Akhir-akhir ini playlist winamp saya sering cuma dihiasi dengan lagu-lagu Maliq n d’Essential. Lagunya enak-enak, lumayan didengerin pas riweuh-riweuh ngerjain tugas, lucu-lucu juga isinya. Ada satu lagu bagus, yang kalo denger itu saya jadi inget sesuatu, hehe. Judulnya Mata Hati Telinga. Nih saya copasin liriknya dari musiklib.org :
Satu cerita tentang manusia
Coba ‘tuk memahami arti cinta
Benarkah cinta diatas segalanya
Hanyakah itu satu-satunya
Yang menjadi alasan untuk menutup mata
Tak melihat dunia yang sesungguhnya
Dan menjadi jawaban atas semua tanya
Yang kita harap mampu mewujudkan sebuah akhir bahagia
Reff:
Buka mata hati telinga
Sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta
Yang kau inginkan tak selalu
Yang kau butuhkan mungkin memang yang paling penting
Cobalah untuk membuka mata hati telinga
Adakah kau rasakan kadang hati dan fikiran
Tak selalu sejalan seperti yang kau harapkan
Tuhan tolong tunjukkan apa yang ‘kan datang
Hikmah dari semua misteri yang tak terpecahkan
Bagus ya? Coba baca deh baik-baik… Maknanya tuh dalem bangeet… (menurut saya tapi..hehe). Puncaknya itu pas di reffren.. “masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta” tuh… Masih ada yang lebih kita butuhkan dari sekedar kata itu. Buat tau itu apa, kita harus buka mata, hati, ma telinga kita..
Dan….
Itulah yang saya maksut dengan ‘saya jadi inget sesuatu’, nih :
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”(Al-A’raaf:179)
Ya…jawaban dari mencari yang lebih penting dari cinta melalui mata, hati, telinga ada di ayat di atas itu. Bagaimana mata yang harus dipake buat melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, hati untuk memahami ayat-ayat Allah, dan telinga untuk mendengar ayat-ayat Allah. Hm Bisa disimpulkan, yang lebih penting dari sekedar cinta itu adalah ayat-ayat Allah.
Kita dengarkan pake telinga, gak cuman ngedenger orang ngaji, enak didenger, mendayu-dayu eh trus ketiduran.. bukan gitu.. Tapi bagaimana kita mendengar bagaimana maksut dari ayat itu, bagaimana ayat kita terima sebagai pedoman, sebagai petunjuk, sebagai dasar dan cara hidup. Makanya tu juga kita butuh hati, biar kita paham masuk ke dalam hati, gak cuman masuk kuping kiri kluar kuping kanan. Untuk memahami juga kita butuh mata, di ayat ada dalam kurungnya mata untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah).
Kita semua tau kekuasaan Allah meliputi seluruh isi alam ini. Ya kalo kita udah biasa lah, udah tau kalo Allah tuh yang menciptakan segalanya, patut dikagumi dan yaa intinya paling hebat Allah lah.. Tapi apakah cuma itu cara kita memperlakukan Allah sebagai penguasa?? Yang namanya penguasa itu, dia patut ditaati, dituruti semua perintahnya, aturannya, hukumnya, syariatnya yang semua telah tertuang di ayat-ayat-Nya, yang harus kita proses menggunakan mata, hati, dan telinga tadi.
Sekarang kita liat lah sekitar kita. Katanya Allah berkuasa, harusnya Dia kan yang jadi penguasa. Harusnya semua yang ada di bumi ini pake aturan Dia, pake hukum Dia, pake prinsip Dia, apa pun yang kita lakukan hanya untuk Dia, tapi kenyataannya??? Di mana itu adaaa?? Buka mata kita atas semua ini. Pahami dengan seksama siapakah kita ini?
Kalo ngikut kata lagu tadi bisa dibilang kita nggak pantas menganggap kata cinta tadi sebagai suatu hal yang penting. Masih ada satu hal penting yang harus kita lakukan. Kita harus menjadi manusia sebenar-benarnya manusia yang hidup sesuai dengan seharusnya manusia hidup, yaitu sesuai dengan manual book kita, alias Al-Quran alias Ayat-ayat Allah. Jangan berdasar ke yang lain? Apa lagi bikinan sendiri. Gak bakal slamet deh. Makanya cobalah buka telinga, mata, dan hati untuk mendengar, melihat, dan menerima ayat-ayat Allah. Setelah itu bagian terpenting dari semua ini adalah melaksanakan ayat-ayat Allah yang sudah kita proses dengan mata, hati, dan telinga tadi.
Wallahua’lam.
Cieh judulnya…hohohoh
Iya nih,,sedang banyak pertanyaan yang berkecamuk di kepala. Kebanyakan sih tentang hal-hal yang mendasar dan (mungkin) manusiawi, haha. Khusus lagi tentang sikap-sikap manusia, apa yang dipengenin dan apa yang harus dilakukan.
Hm. Ya gitu. Dan sampe sekarang belum ada yang bisa ngejelasin ke saya secara njlentreh (alias jelas banget) mengenai hal-hal yang pernah saya tanyakan. Kebanyakan sih awalnya oke…meyakinkan.. Eh kesini2nya, dalam hatis ering bilang gini, “Hah?? Apaan sih??”. Nggak tau nih, si penjlentreh yang emang tidak menguasai apa yang dijelaskan, menjelaskan yang salah, mungkin juga kurang bisa menjelaskan dengan baik, atau sayanya yang batu. Aneh. Gak bsa dibilangin. Gak percaya sama orang lain.
Jujur, saya sussaaah banget percaya sama orang. tampang saya luar aja yang “iya-iya silakan” tapi dalam hati “hah? apaan sih?”. Hoohoho. Maafkan saya.
Tapi ada satu ding yang membuat saya tidak berkutik. Kalo yang ngejelasin ke saya itu ‘ayat’. Dan ayat itu jelas, lugas, dan gak perlu butuh tafsir, asbabun nuzul, ato apalah itu namanya, kalo pake macam gituan ntar sama aja balik lagi ke awal. Jadi ragu lagi deh. Kalo ayatnya jelas, hm, saya nggak bisa berkutik.
Ada beberapa pertanyaan yang sudah saya yakini jawabannya dari ayat. Tapi masih sangat banyak juga nih pertanyaan yang ngantri. Makanya saya harus banyak2 belajar ayat. Inilah masalahnya. Kalo sendiri dan gak ada temen yang nyemangatin tuh suka males. suka kalah sama kerjaan2 kampus, kuliah, dll. Apalagi kalo ada yang malah bikin bingung. Yang suka bilang, “udah deh..buat apa mikirin hal2 yang gak perlu dipikirin..mending mikirin TA tuh.” atau “mending jalan2, shopping, nonton”, yaa gitu2… Saya klaim mereka adalah setan. Hahaha (suka2 saya yaa..). Wong pengen slamet kok dihalang2i, diajak sesat.
Jadi, saya lagi nyari temen nih, yang mau belajar bareng ma saya. Mau sharing ma saya. Mau jadi yang saya percayai (haha, gak ada yang mau ya kalo ini..). Mau nyari slamet bareng saya (slamet? siapa tuh?). Mau menuh2in surga bareng saya (AAmiiiin).
Kabar2 ya kalo ada yang mau
Daddy
You know how much I love you
I need you forever
I ‘ll stay by your side
Daddy oh Daddy
I want always bliss you
But I never stop trying
to be your number one
You understand me….
You teach me how to pray..
And you play the game I love to play
I have no fear here when you are near
You guide me through the dark is night
I love you Daddy…
You are my hero (and you always in my dream)
I love you daddy oh daddy
You are my superstar
Daddy
You know how much I love you
I want you to help me
Please show me the way
Daddy oh Daddy
Sometimes I might do wrong
But I never stop trying
To be your number one
I wanna show you
I’ll be as strong as you
When I grow up I still look up to you
So have no fear here I believe here
I will be my daddy’s boy
I love you Daddy…
You are my hero (and you always in my dream)
I love you daddy oh daddy
You are my superstar
The one in a million and a million in one
Forever I want to be by your side
You’re in a million
Show me the way
Guide me through my night
Taqabbalallah minna wa minkum. Shiyamana wa shiyamakum.
Selamat Iedul Fitri.
Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Sering bilang, “udah, ikhlasin ajaa..”, “tenang ajaa saya ikhlas kok..” Diikhlasin tuh dikayakgimanain yah? Kalo di Al-Quran sih ada surat namanya Al-Ikhlash. Seharusnya sih ya ini definisi ikhlash yang sebenernya. Secara turun dari Allah langsung.
” Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” (Q.S 112)
1. “Katakanlah: ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa‘ “= kalo diartikan secara vulgar sih ya kita disurug tinggal bilang “Dia-lah Allah, Yang maha Esa” doang, ato bisa juga, “Allah itu Maha Esa”, lempeng aja. GItu aja?
Gak deh kayaknya. Coba kalo kita buat ini sebagai sebuah pernyataan dari lubuk hati yang paling dalam kita, pernyataan yang menunjukkan tekad untuk “menjadikan Allah Maha Esa”. Pasti beda. Kita jadi mikir “Iya gitu kita udah menjadikan Allah itu Maha Esa?” Esa itu apa sih? Satu. Satu apanya? Satu wujudnya. Anak esde juga tau. Dan kita nggak perlu menjadikan Allah Maha Esa lagi, dari dulu mah juga udah Maha Esa.
Tapi coba di sini Esa kita anggap sebagai suatu tujuan. Bisa kita bilang begini “Jadikanlah Allah itu satu2nya tujuanmu”. Hm. Kalo Esa dalam sistem, “Jadikanlah Sistem Allah sebagai satu2nya sistem yang mengatur hidupmu”. Kalo Esa dalam peraturan, dalam sanksi, dalam hukum, dalam UUD, dalam umat, dalam wilayah, dalam kepemimpinan, ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan. Wow. Bagaimana realisasi dalam kehidupan kita?? Semua atas dasar yang telah Allah buat. Terpaksa gak terpaksa semua aspek kehidupan kita harus sesuai dengan yang Allah buat jika mau melaksanakan ayat ini. Dan sudahkah kita melaksanakan yang satu ayat ini?
2. ‘Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu’ = udah jelas. Kita gak boleh mencari tempat bergantung selain Allah. Maksutnya tempat bergantung? Kalo baju itu punya gantungan baju buat apa sih? Buat nggantungin baju biar gak jatoh, buat tetep bisa tegak dan gak kucel. Yang intinya perumpamaan menjadikan “gantungan” itu sebab kita tetap bisa tegak berdiri menjalani kehidupan, bisa juga diartikan mengharap sesuatu (dari sesuatu) yang bisa membuat kita tetap bertahan menghadapi kehidupan. Hanya Allah lah sebab kita masih bersemangat hidup, semangat bellajar, semangat kuliah, semangat kerja, dll. Bukan karena orang atau harta atau kekuasaan. Toh semua juga Allah yang ngasih. Hanya Allah tempat kita mengharap suatu kekuatan untuk menghadapi cobaan, bukan dengan abis ketemu seseorang kita jadi kuat (cailaa..
), bukan minta dukun minta jampi2 biar lancar rejeki ato jodo
. Haha.. Walopun kadang emang terkesan nyata bisa menyelesaikan masalah, tapi di ayat tadi udah dibilang segala sesuatu hanya sama Allah nggantungnya. Gak boleh ke yang lain. Toh ujung2nya juga Allah yang lebih berkuasa ngasih. Kalo emang terkesan menyelesaikan masalah, ya itu emang cobaan dari Allah, diuji, kita nurut gak sama ayat?
3. “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan” = udah tau lah ya. Ayat ini bisa mematikan pendapat suatu agama yang bilang bahwa Allah punya anak. Secara dari kitab yang diturunkan sama Allah sendiri dibilang enggak. Itu kalo kita telen maksutnya secara mentah. Kalo missal kita liat lebih jauh. Allah gak punya anak atau diperanakkan. ‘Anak’. Misal ada pejabat yang kaya raya, dan kita pengen dapet uang donasi dari dia, eh kebetulan kita kenal anak si pejabat. Biasanya lewat anaknya kan lebih gampang ngedapetinnya. Ya seperti halnya kita meminta rahmat kepada Allah, tapi kita gak langsung minta sama Allah tapi minta sama orang atau benda yang dianggap bisa mempermudah sampainya dan terkabulnya permohonan. Misal minta tolong ustadz suruh doain karena diasumsikan doanya lebih diijabah. Ato ziarah2 ke kuburan wali2 atau kyai2, minta doa di sana biar cepet nyampenya. Heu… Gimana ya perasaan pak wali di dalam kubur?
4. “dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” = udah jelas juga. Kalau di ayat ketiga menjelaskan bahwa Allah tidak mempunyai suatu sekutu yang mendekati kuasa Allah dan tidak ada yang melebihi kuasa Allah. Di ayat ini dijelaskan yang menyamai pun tidak ada. Tidak ada orang yang bisa membuat aturan seperti aturan Allah, secara sekarang banyak orang yang memutuskan perkara dengan aturan yang dia bikin2 sendiri padahal Allah sudah punya. Tidak ada yang bisa mendahului ketentuan Allah, secara sekarang banyak orang yang pesimis dan menyerah sebelum berjuang, gantung diri, racun diri, dll dsb dkk, itu mendahului ketentuan Allah kan? Menganggap diri setara sama Allah dong? Apa bedanya dengan Firaun? Heu..
Begitulah ikhlash secara umum. Jadi missal selama ini kita bilang “Iya deh, ikhlas..” atau “Saya ikhlas..”, ikhlas yang gimana tuh? Rela. Ridho. Gak terpaksa. Padahal tadi dibilang di ayat pertama terpaksa nggak terpaksa pokonya harus sesuai aturan Allah. Gituh.
Sebenarnya masih banyak ayat2 yang mendefinisikan ikhlas lebih mendetail lagi. Yaa…saya juga masih cupu..belum banyak ayat yang dibacakan ke saya. Mari berbagi dan mari bersama2 kita belajar ayat. Al-Quran sampai ke kita untuk kita pahami dan laksanakan! Tadi masih 4 ayat. Masih ada 6662 ayat lagi. Hm.
“Dan Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan Sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka. [30:58]“
Rasulullah telah menjelaskan kepada kita sejak 15 abad yang lalu bahwa Ummat Islam yang hidup di Era Akhir Zaman ini akan mengalami perjalanan sejarah yang mengandung lima episode.
“(1) Masa Kenabian akan berlangsung di tengah kalian selama masa yang Allah kehendaki kemudian Allah mencabutnya jika Allah menghendaki untuk mencabutnya.
(2) Masa keKhalifahan yang mengikuti manhaj Kenabian berlangsung di tengah kalian selama masa yang Allah kehendaki kemudian Allah mencabutnya jika Allah menghendaki untuk mencabutnya.
(3) Masa Raja-raja yang menggigit berlangsung di tengah kalian selama masa yang Allah kehendaki kemudian Allah mencabutnya jika Allah menghendaki untuk mencabutnya.
(4) Masa Raja-raja yang memaksakan kehendak berlangsung di tengah kalian selama masa yang Allah kehendaki kemudian Allah mencabutnya jika Allah menghendaki untuk mencabutnya.
(5) Masa keKhalifahan yang mengikuti manhaj Kenabian kemudian Nabi diam. ” (HR Ahmad)
Saya tadi suntuk. Kalut. GJ. Dengan masalah yang hampir sama. Hhhh.. Butuh tausiyah dan saya tau di mana mendapatkannya. Ayat.
. Tapi saya gak apal di ayat apa aja. Untungnya, yang jago ayat onlen. Jadi minta aja referensi sama dia. Dan berikut beberapa yang dia berikan ke saya.
“Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah” [6 : 33]
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. [3:139]
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. [2:214]
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.[9:111]
Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. [3:146]
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. [3:200]
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik [24:55]
Hayo, kurang jelas bagaimana lagi. Masihkah tetap terpuruk. Nggak dong ya..
Bukan mengada-ada ataupun memaksa, tapi jika ada masalah menyesak di dada tapi kita tetap senyum dan berusaha untuk selalu merasa bahagia bahwa ada Yang Maha Penyayang, kesesakan itu tidak akan terlalu berat dirasa. Bukannya mengajari munafik, tapi anggap saja ini terapi. Barangkali bisa menyembuhkan kita dari kesesakan-kesesakan yang tak patut merenggut kebahagiaan kita.
Tetaplah senyum dan riang. (esp. for Dewantika
)