Saya bolos bimbingan hari ini dengan alasan utama malas. Saya ijin keluar ruangan sebelum dosen masuk dengan alasan mata saya lagi sakit. Emang kok. Tapi bukan itu yang membuat saya nekad keluar ruangan karena sakitnya juga gak ngaruh apa2 sebenarnya. hahaha. Saya hanya malas dan bosan. Saya lebih suka duduk2 di bawah pohon dan membaca hal2 yang saya sukai. Hehe.
**cerita ndak penting**
Hmm… boleh dicritain gak ya…
Pengen crita.. hehe..
Saya tadi malem bermimpi sedang melangsungkan proses akad nikah dengan seorang laki-laki yang sudah saya kenal cukup baik. Dalam mimpi, tidak ada perasaan khusus yang saya rasakan waktu itu. Agaknya di mimpi juga, saya ini menikah bukan karena keinginan saya, melainkan keinginan si pengantin pria. Yang saya pikirkan hanyalah, “Yah… saya sudah menikah. Abis ini lebih banyak amanah dong.” gitu aja.
Setelah prosesi akad dan saya sudah menjadi seorang istri, saya ternyata nggak tau harus ngapain.
. Lempeng aja gitu. Malah ngerasa jadi aneh. Dan kayaknya si suami juga gitu. Seakan-akan gak ada perbedaan yang spesial antara sudah menikah atau belum. Gak ada visi misi yang jelas. Gak ada cita-cita agung yang penuh dengan perjuangan dan kebahagiaan batin.
Pas bangun, saya sangat bersyukur. Hehe.. Untung cuman mimpi. Semoga tidak terjadi pernikahan semacam itu di kehidupan saya sebenarnya. Amiin..
Perkawinan itu memang perlu bagi sesiapa yang mempunyai pilihan. Adapun aku tiada mempunyai pilihan untuk diriku. Aku adalah milik Tuhanku dan di bawah perintah-Nya. Aku tidak mempunyai apapun.-RA-
Malam ini, bisa dibilang saya mendapatkan musibah. ![]()
Saya baru saja kehilangan sesuatu yang cukup berarti bagi saya. Hehehe… Mungkin gak gitu penting juga sih dari sudut pandang orang lain. Cuman kehilangan semua data yang ada di komputer saja. Iya cuman data. Belum harta. Apalagi nyawa.
Hm.
Berhubung saya sudah menjual semua diri dan harta saya seperti yang sudah saya tulis di sini, saya jadi merasa bersalah. Saya tidak bisa mengemban amanah untuk menjaga dan memanfaatkan data-data itu dengan baik. Harusnya saya bisa membuatnya jadi lebih berguna untuk menegakkan diin-Nya dari pada hilang percuma seperti ini.
. Ampuni aku Ya Allah… Hamba-Mu ini khilaf…
Sepertinya ini karena saya sedang jauh dari-Nya. Lagi seenaknya. Lagi gak jelas. Sering orang bilang sedang futur. Jiwa saya masih belum begitu akrab dengan yang namanya ihsan. Dunia seakan melemparkan tabir gelap dan seenaknya saja menyelimuti hati saya yang belum juga suci ini.
Hhh… Sepertinya lagi keimanan saya dan amal shaleh saya belum pada jalur yang benar. Belum sesuai apa yang Dia inginkan. Dan yang paling memungkinkan adalah, lagi-lagi saya belum ikhlash. Masih ada perselingkuhan niat yang secara sengaja ato pun tidak sengaja saya lakukan.
Memang susah kalo amatiran kayak saya ini. Harus dilakukan dengan tekad kuat walopun dengan suka maupun terpaksa. Dan saya nggak mungkin melakukan ini sendirian. Saya gak mungkin sanggup jika hanya mengandalkan kekuatan kerdil yang saya punya. Semua ini bisa terjadi karena Rahman dan Rahim-Nya. Saya hanya bisa berusaha dan berharap tanpa henti untuk bisa pantas mendapatkan-Nya.
Allahusshomad
Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam syurga). [Saba':36-37]
Mungkin menurut sudut pandang Anda saya ini adalah orang yang bodoh. Orang yang tolol. Kolot. Gila. Pengkhayal. Pemimpi. Naif. Omong doang. Sok. Jahat. Dan masih banyak sebutan-sebutan lucu yang lain. Yah, saya terima. Lagipula Anda-anda ini juga yang mengatakan demikian. Nggak ngaruh juga buat masa depan akhirat saya.
Yang jelas, saya punya dasar untuk melakukan hal yang menurut Anda seperti yang telah disebutkan di atas. Dan beberapa dari Anda juga pernah saya bukakan dasar itu. Dasar yang jelas. Tapi beberapa dari Anda ini agaknya nggak percaya gitu kalo yang saya omongin itu adalah mendasar dan harus. Mungkin kalo yang ngomong bukan saya yang Anda pikir lebih bodoh dari Anda ini, bisa Anda terima dengan baik. Atau yang ngomong itu tampak/terkenal sangat tinggi ilmunya, mungkin mau terima hal itu dengan senang hati.
Mirip lah ya sama Iblis yang gak mau sujud ke Nabi Adam. Gak mau sujud gara2 si Adam dibikinnya dari tanah dan si Iblis dari api. Ngerasa lebih tinggi lah si Iblis. Enak aja bilang tanah lebih rendah dari api. Api kan lebih baik dari tanah. Ceunah. (kalo gak percaya sama saya liat QS 7:11-12)
Saya bukannya bilang beberapa dari Anda tadi Iblis. Bukan. Cuman kemiripan saja. Ya, semoga memang benar-benar bukan keturunan Iblis juga. Soalnya Iblis dan keturunannya akan menghalangi umat manusia untuk mencari yang benar. (7:11) Mirip dengan permisalan Anda bilang ke orang lain, “Jangan deket2 sama Dewak, dia ngomongnya ngelantur. Jangan percaya deh apa yang dia omongin.” Hehehe.. bercanda
Yah, jadi ngelantur deh kemana-mana. Yang pasti saya udah pasrah deh mau diomongin apa juga. Mau benci silakan. Mau risih silakan. Ato malah jadi tambah ngefans sama saya juga silakan. Mau diapain apa aja siap deh. Ga punya temen lagi juga gak papa. Gak punya siapa-siapa juga nggak papa. Asal Allah masih mau menyayangi dan mengasihi saya, itu akan menjadi segalanya bagi saya.
Maaf…
Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras (QS 34:46)
Demi bintang ketika terbenam. kawanmu tidak sesat dan tidak pula keliru. dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. (QS 53:1-3)
Ih wew… Waoww… Amazing… Wonderfull… trus.. apa lagi yah? Subhaanallah… ya, itu yang terakhir lah yang paling tepat. Saya sedang terkagum2 dengan ke-MahaBesaran-Nya. Sedang menikmati indahnya garis takdir yang saya jalani saat ini. Alhamdulillah…
Benar2 Dia telah menukar keadaan saya, dari ketakutan menjadi aman sentausa. Tentram sekali rasanya. Alhamdulillah… Benar2 Maha Penngasih dan Maha Penyayang
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. 24/55
Saya harus yakin pada kemampuan diri saya. Saya harus yakin kalo saya mampu melewati semua ini. Saya bisa. Tinggal menahan diri saja. Tinggal menjauh saja. Tinggal melaksanakan suatu sifat yang sering dikecam banyak orang yaitu, ‘tega’.
Maafkan saya…
Ini yang terbaik untuk kita.
Sebenarnya… akhir2 ini hati saya terguncang. Penuh dengan gejolak. Seakan sedang terjadi perang antara beberapa kubu yang masing2 punya pendapat mengenai suatu hal yang berbeda2. Mungkin lebih bisa dibilang kalo perang yang terjadi hanyalah perang dingin. Karena yang mereka butuhkan adalah pengaruh alias penghambaan diri saya kepada salah satu dari mereka itu.
Hm. Yang saya tau, satu di antara merekalah yang benar. Dan seharusnya dialah yang jadi pemenang perang dingin ini. Tapi karena keterlalujelataannya saya, sulit sekali untuk hanya mengikuti satu kubu itu. Saya masih saja tergoda dengan iming2 yang ditawarkan kubu2 lain. Tampak sangat menarik dan menguntungkan.Yah…namanya juga tampak. Belum tentu itu nyata.
Beginilah hati kalau kotor, gampang tergoda. Susah untuk meyakini kenikmatan yang nyata. Tapi saya harus bertahan untuk tetap memilih yang benar. Saya berusaha yakin seyakin yakinnya walopun susah sesusah susahnya. Tolak mentah2 itu rayuan fana. Hempas semua pakaian indah pemberian musuh yang sudah sempat melekat di badan. Muntahkan semua makanan haram yang sempat masuk ke badan saya. MINUM AIR kehidupan sebanyak2nya untuk membersihkan semua kotoran!
Ya. Saya harus tegas. Tidak gampang tergoda. Saya sudah memilih dia menjadi pemenang. Hati saya akan senantiasa dimakmurkan olehnya, selamanya.
InsyaAllah. =)
nb : maaf, untuk teman2ku yang telah dan akan tersakiti. aku ingin bersama kalian bersama kebenaran. =)
Saya emang kopi pes dari liriknya om ebiet… tapi ini seriusan saya tujukan buat temen2 saya.
Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang, engkau tak duduk di sampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering berbatuan
Tubuh ku terguncang di hempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan
Perjalan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia ku tanya “Mengapa?”
Bapak ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut ku khabarkan semuanya
Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit
Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang
Ada banyak kejadian hari ini. Tapi saya susah buat menuliskannya. Hm. Yang jelas, saya capek. Hehehhehe… Pengen istirahat. Ngantuk. Letih. Lemes. Yaa.. gitu lah.
Hehehehhehhe
Semoga apa saja yang saya lakukan di hari ini memang saya tujukan semata2 untuk mendapat ridho-Nya dan bisa bermanfaat buat orang lain juga.