Mungkin menurut sudut pandang Anda saya ini adalah orang yang bodoh. Orang yang tolol. Kolot. Gila. Pengkhayal. Pemimpi. Naif. Omong doang. Sok. Jahat. Dan masih banyak sebutan-sebutan lucu yang lain. Yah, saya terima. Lagipula Anda-anda ini juga yang mengatakan demikian. Nggak ngaruh juga buat masa depan akhirat saya.
Yang jelas, saya punya dasar untuk melakukan hal yang menurut Anda seperti yang telah disebutkan di atas. Dan beberapa dari Anda juga pernah saya bukakan dasar itu. Dasar yang jelas. Tapi beberapa dari Anda ini agaknya nggak percaya gitu kalo yang saya omongin itu adalah mendasar dan harus. Mungkin kalo yang ngomong bukan saya yang Anda pikir lebih bodoh dari Anda ini, bisa Anda terima dengan baik. Atau yang ngomong itu tampak/terkenal sangat tinggi ilmunya, mungkin mau terima hal itu dengan senang hati.
Mirip lah ya sama Iblis yang gak mau sujud ke Nabi Adam. Gak mau sujud gara2 si Adam dibikinnya dari tanah dan si Iblis dari api. Ngerasa lebih tinggi lah si Iblis. Enak aja bilang tanah lebih rendah dari api. Api kan lebih baik dari tanah. Ceunah. (kalo gak percaya sama saya liat QS 7:11-12)
Saya bukannya bilang beberapa dari Anda tadi Iblis. Bukan. Cuman kemiripan saja. Ya, semoga memang benar-benar bukan keturunan Iblis juga. Soalnya Iblis dan keturunannya akan menghalangi umat manusia untuk mencari yang benar. (7:11) Mirip dengan permisalan Anda bilang ke orang lain, “Jangan deket2 sama Dewak, dia ngomongnya ngelantur. Jangan percaya deh apa yang dia omongin.” Hehehe.. bercanda
Yah, jadi ngelantur deh kemana-mana. Yang pasti saya udah pasrah deh mau diomongin apa juga. Mau benci silakan. Mau risih silakan. Ato malah jadi tambah ngefans sama saya juga silakan. Mau diapain apa aja siap deh. Ga punya temen lagi juga gak papa. Gak punya siapa-siapa juga nggak papa. Asal Allah masih mau menyayangi dan mengasihi saya, itu akan menjadi segalanya bagi saya.
Maaf…
Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras (QS 34:46)
Demi bintang ketika terbenam. kawanmu tidak sesat dan tidak pula keliru. dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. (QS 53:1-3)
omae wa hitori janai
Komentar oleh Ki no Bakemono — 14 Juli 2009 @ 4:57 am
lha trus saya apa donk??
Komentar oleh dewak — 14 Juli 2009 @ 1:47 pm
balasannya kok ga nyambung ya? -_-,,,
“kau ga sendirian”
Komentar oleh Ki no Bakemono — 15 Juli 2009 @ 5:55 am
@Ki no Bakemono : hehehe… salah paham tadi.
ho oh.. kompailernya ndak nyambung.
Komentar oleh dewak — 15 Juli 2009 @ 6:01 am