Ntah kenapa hari ini pengen nangis. Kalo dipikir-pikir, saya lagi nggak sedih kok. Saya lagi nggak kalut. Saya lagi nggak sebel sama siapa-siapa. Tapi entah kenapa ini mata kerasa berat dan dada agak sesak. hiks…
Mungkin saya lagi takut. Takut kehilangan sesuatu. Lebih takut lagi kalau saya ternyata berkhianat karena takut kehilangan sesuatu yang jelas-jelas bukan milik saya. hiks….
Allah,,,Ampuni hamba… Kembalikanlah hati hamba hanya pada-Mu,,,
Saya bolos bimbingan hari ini dengan alasan utama malas. Saya ijin keluar ruangan sebelum dosen masuk dengan alasan mata saya lagi sakit. Emang kok. Tapi bukan itu yang membuat saya nekad keluar ruangan karena sakitnya juga gak ngaruh apa2 sebenarnya. hahaha. Saya hanya malas dan bosan. Saya lebih suka duduk2 di bawah pohon dan membaca hal2 yang saya sukai. Hehe.
**cerita ndak penting**
Hmm… boleh dicritain gak ya…
Pengen crita.. hehe..
Saya tadi malem bermimpi sedang melangsungkan proses akad nikah dengan seorang laki-laki yang sudah saya kenal cukup baik. Dalam mimpi, tidak ada perasaan khusus yang saya rasakan waktu itu. Agaknya di mimpi juga, saya ini menikah bukan karena keinginan saya, melainkan keinginan si pengantin pria. Yang saya pikirkan hanyalah, “Yah… saya sudah menikah. Abis ini lebih banyak amanah dong.” gitu aja.
Setelah prosesi akad dan saya sudah menjadi seorang istri, saya ternyata nggak tau harus ngapain.
. Lempeng aja gitu. Malah ngerasa jadi aneh. Dan kayaknya si suami juga gitu. Seakan-akan gak ada perbedaan yang spesial antara sudah menikah atau belum. Gak ada visi misi yang jelas. Gak ada cita-cita agung yang penuh dengan perjuangan dan kebahagiaan batin.
Pas bangun, saya sangat bersyukur. Hehe.. Untung cuman mimpi. Semoga tidak terjadi pernikahan semacam itu di kehidupan saya sebenarnya. Amiin..
Perkawinan itu memang perlu bagi sesiapa yang mempunyai pilihan. Adapun aku tiada mempunyai pilihan untuk diriku. Aku adalah milik Tuhanku dan di bawah perintah-Nya. Aku tidak mempunyai apapun.-RA-
Malam ini, bisa dibilang saya mendapatkan musibah. ![]()
Saya baru saja kehilangan sesuatu yang cukup berarti bagi saya. Hehehe… Mungkin gak gitu penting juga sih dari sudut pandang orang lain. Cuman kehilangan semua data yang ada di komputer saja. Iya cuman data. Belum harta. Apalagi nyawa.
Hm.
Berhubung saya sudah menjual semua diri dan harta saya seperti yang sudah saya tulis di sini, saya jadi merasa bersalah. Saya tidak bisa mengemban amanah untuk menjaga dan memanfaatkan data-data itu dengan baik. Harusnya saya bisa membuatnya jadi lebih berguna untuk menegakkan diin-Nya dari pada hilang percuma seperti ini.
. Ampuni aku Ya Allah… Hamba-Mu ini khilaf…
Sepertinya ini karena saya sedang jauh dari-Nya. Lagi seenaknya. Lagi gak jelas. Sering orang bilang sedang futur. Jiwa saya masih belum begitu akrab dengan yang namanya ihsan. Dunia seakan melemparkan tabir gelap dan seenaknya saja menyelimuti hati saya yang belum juga suci ini.
Hhh… Sepertinya lagi keimanan saya dan amal shaleh saya belum pada jalur yang benar. Belum sesuai apa yang Dia inginkan. Dan yang paling memungkinkan adalah, lagi-lagi saya belum ikhlash. Masih ada perselingkuhan niat yang secara sengaja ato pun tidak sengaja saya lakukan.
Memang susah kalo amatiran kayak saya ini. Harus dilakukan dengan tekad kuat walopun dengan suka maupun terpaksa. Dan saya nggak mungkin melakukan ini sendirian. Saya gak mungkin sanggup jika hanya mengandalkan kekuatan kerdil yang saya punya. Semua ini bisa terjadi karena Rahman dan Rahim-Nya. Saya hanya bisa berusaha dan berharap tanpa henti untuk bisa pantas mendapatkan-Nya.
Allahusshomad
Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam syurga). [Saba':36-37]
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. At-Taubah :111
Mungkin menurut sudut pandang Anda saya ini adalah orang yang bodoh. Orang yang tolol. Kolot. Gila. Pengkhayal. Pemimpi. Naif. Omong doang. Sok. Jahat. Dan masih banyak sebutan-sebutan lucu yang lain. Yah, saya terima. Lagipula Anda-anda ini juga yang mengatakan demikian. Nggak ngaruh juga buat masa depan akhirat saya.
Yang jelas, saya punya dasar untuk melakukan hal yang menurut Anda seperti yang telah disebutkan di atas. Dan beberapa dari Anda juga pernah saya bukakan dasar itu. Dasar yang jelas. Tapi beberapa dari Anda ini agaknya nggak percaya gitu kalo yang saya omongin itu adalah mendasar dan harus. Mungkin kalo yang ngomong bukan saya yang Anda pikir lebih bodoh dari Anda ini, bisa Anda terima dengan baik. Atau yang ngomong itu tampak/terkenal sangat tinggi ilmunya, mungkin mau terima hal itu dengan senang hati.
Mirip lah ya sama Iblis yang gak mau sujud ke Nabi Adam. Gak mau sujud gara2 si Adam dibikinnya dari tanah dan si Iblis dari api. Ngerasa lebih tinggi lah si Iblis. Enak aja bilang tanah lebih rendah dari api. Api kan lebih baik dari tanah. Ceunah. (kalo gak percaya sama saya liat QS 7:11-12)
Saya bukannya bilang beberapa dari Anda tadi Iblis. Bukan. Cuman kemiripan saja. Ya, semoga memang benar-benar bukan keturunan Iblis juga. Soalnya Iblis dan keturunannya akan menghalangi umat manusia untuk mencari yang benar. (7:11) Mirip dengan permisalan Anda bilang ke orang lain, “Jangan deket2 sama Dewak, dia ngomongnya ngelantur. Jangan percaya deh apa yang dia omongin.” Hehehe.. bercanda
Yah, jadi ngelantur deh kemana-mana. Yang pasti saya udah pasrah deh mau diomongin apa juga. Mau benci silakan. Mau risih silakan. Ato malah jadi tambah ngefans sama saya juga silakan. Mau diapain apa aja siap deh. Ga punya temen lagi juga gak papa. Gak punya siapa-siapa juga nggak papa. Asal Allah masih mau menyayangi dan mengasihi saya, itu akan menjadi segalanya bagi saya.
Maaf…
Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras (QS 34:46)
Demi bintang ketika terbenam. kawanmu tidak sesat dan tidak pula keliru. dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. (QS 53:1-3)
Ih wew… Waoww… Amazing… Wonderfull… trus.. apa lagi yah? Subhaanallah… ya, itu yang terakhir lah yang paling tepat. Saya sedang terkagum2 dengan ke-MahaBesaran-Nya. Sedang menikmati indahnya garis takdir yang saya jalani saat ini. Alhamdulillah…
Benar2 Dia telah menukar keadaan saya, dari ketakutan menjadi aman sentausa. Tentram sekali rasanya. Alhamdulillah… Benar2 Maha Penngasih dan Maha Penyayang
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. 24/55
Saya adalah seorang bos dari suatu perusahaan. Saya mempekerjakan banyak karyawan di perusahaan saya lengkap dengan aturan yang saya buat dan aturan itu bersifat mutlak diikuti oleh karyawan saya (wajib).
Beberapa aturan yang saya buat diantaranya adalah :
1. Saya wajibkan karyawan daya berseragam kemeja-celana bahan setiap hari.
2. Dalam sehari ada lima kali apel karyawan.
3. ……
4. ……
5. …… (yg penting cuma no1, no2, no6 dan no7)
6. Peraturan tidak dapat diubah dan wajib dilaksanakan
7. Ada sanksi bagi yg tidak mengerjakan, dan ada bonus u/ yg mengerjakan.
Setiap hari saya bertemu dgn semua karyawan saya saat apel dilaksanakan. Dalam setiap apel, saya selalu melihat karyawan saya berseragam sesuai dengan apa yg saya suruh. Saya merasa bangga dengan karyawan saya. Saya berfikir, tentu apabila ada yg
melanggar, ketetapan sanksi SUDAH PASTI saya jatuhkan.
Perasaan bangga itu pun hancur luluh ketika saya medapat laporan bahwa “Karyawan saya hanya berseragam seperti apa yang saya suruh hanya saat apel dilaksanakan saja. Selepas itu, mereka membangkang dengan apa yang saya suruh”. Munafik semuanya!
bermuka dua! dan akhirnya ketetapan sanksi telah jatuh atas mereka dan mereka tak bisa protes atau melawan apa-apa lagi..
————————–
Kita lepas dari buaian cerita. Kita lihat realita!
Pernahkah kau melihat wanita yg mengaku dirinya MUSLIM yang membawa mukena kemana saja ia pergi? Apa yang kalian pikirkan ttg wanita itu?
>>”oo, dia rajin shalat.. dia taat pada Allah.”
betulkah? lalu mengapa ia membawa mukena kemana saja ia pergi?
>>”ya agar bisa shalat. kan salah satu syarat sah shalat adalah menutup aurat..”
lalu mengapa ia masih membawa-bawa mukena, sedangkan Allah sudah MEWAJIBKAN wanita MUSLIM untuk MENUTUP AURAT BUKAN HANYA saat shalat? bukankah apabila seorang WANITA sudah MENUTUP AURAT ia tidak perlu lagi memakai mukena??
(pengecualian u/ masalah teknis,misal: baju terkena najis)
>> … (speech less)
Teman-teman semua.. itulah yang terjadi sekarang..
Pernahkah kalian pikirkan perasaan si bos tadi ketika mengetahui karyawannya bermuka dua? ketika dia berseragam kemeja-celana bahan hanya saat apel di depan bosnya 5X sehari! selepas itu, ia membangkang..
Pernahkah kalian pikirkan perasaan Allah ketika mengetahui “hambaNya” bermuka dua? ketika dia hanya menutup aurat saat akan berhadapan dgn Allah, sang pembuat aturan mutlak! selepas itu, ia membangkang..
bedanya, si bos bukanlah seorang yang “Maha Tahu”, sedangkan Allah adalah “Yang Maha Tahu”. Ia tahu apa yg “hambanya” lakukan selepas shalat.
Mungkin sanksi dari si BOS hanya karyawan tsb dipecat secara tidak hormat.
Tapi pernahkah kalian berpikir apakah vonisan Allah bagi bagi “hambanya” yang bermuka dua? Seorang munafik tempatnya adalah dasar neraka jahanam!
Temanku, saya disini bukan bermaksud mencacimaki kalian dengan vonis yang Allah mungkin beri kpd kalian. Saya disini ingin mengingatkan, sebelum kalian tidak bisa diingatkan lagi.
bukankah yang Allah perintahkan u/ menutup aurat itu wajib? bukankah setiap yang wajib apabila dilanggar menghasilkan dosa? bukankah setiap dosa menggiring kita ke neraka?
Lalu kenapa kalian masih bimbang? Tidak takutkah kalian jika Allah sampai menjadikan kalian spt org kafir.
“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka , dan penglihatan mereka ditutup . Dan bagi mereka siksa yang amat berat”
***cuman kopipes
Saya harus yakin pada kemampuan diri saya. Saya harus yakin kalo saya mampu melewati semua ini. Saya bisa. Tinggal menahan diri saja. Tinggal menjauh saja. Tinggal melaksanakan suatu sifat yang sering dikecam banyak orang yaitu, ‘tega’.
Maafkan saya…
Ini yang terbaik untuk kita.